Select Page

Pada tanggal 13-16 Februari 2014 adalah hari-hari yang sangat indah menurut saya dimana pada hari dan tanggal itu saya diberikan kepeercayaan oleh guru kehidupan saya bapak Jamil Azzaini untuk membantu beliau menjadi salah satu fasilitator WBT 12, dan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para peserta yang sangat luar biasa akhirnya kami pun di kumpulkan di Rumah makan handayani pada tanggal 13 untuk membahas apa saja yang akan kami lakukan dari mulai tanggal 14-16.

Ketika hadir di Rumah makan Handayani saya pun datangnya terlambat sekitar 15 menit dan setibanya disana saya pun sudah disambut oleh rekan – rekan fasil yang lain yang jumlahnya ada 14 orang termasuk sang maestro kehidupan Kek Jamil Azzaini dan beberapa staff dari Akademi Trainer salah satunya wanita yang sangat militan dalam menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya yaitu mbak Weni, dan akhirnya brefing pun dimulai kami mulai mendengarkan alur acara yang disampaikan oleh Kek Jamil kamu pun menyimak dengan baik, meskipun sesekali pak Jamil menyisipkan candaan dalam setiap penjelasan yang diberikan sehingga suasana menjadi ceriah, sesekali kami pun menikmati makanan kecil yang sudah disiapkan, dan akhirnya Kek Jamil pun berpesan sahabat-sahabatku para trainer berikan yang terbaik untuk peserta, kita disini sama-sama untuk belajar, pesan yang sangat makjleb banget (ngena banget).

Kata-Kata yang sangat luar biasa itu membuat kami para fasilitator semakin semangat untuk memberikan yang terbaik dan melepaskan  segala ego dan atribut kami yang selama ini kami banggakan diluar sana, karena ke 15 Fasilitator yang datang adalah orang yang sangat luar biasa dengan berbagai macam profesi yang digelutinya.

Dan yang saya sangat salutkan adalah ditengah kehebatan mereka dengan berbagai macam profesi dan kesuksesan baik dalam karier dan rumah tangga mereka tetap rendah hati dan mau saling berbagi ilmu tentang kehidupan, sungguh selama 3 hari ini saya pribadi mendapatkan banyak ilmu dari peserta WBT dan juga teman-teman fasilitator, saya belajar banyak tentang kesabaran dan kesetiaan terhadap istri dari sahabat satu kamar saya mas Dony yang asalnya sama dengan tempat dimana saya dilahirkan yaitu kota Surabaya, dari mas Arif saya belajar banyak tentang kesantunan, dari mas Heri saya belajar bagaimana tetap tersenyum dal menjalani kehidupan, dari pak Alif saya belajar tentang integritas, dari om Ben saya belajar tentang semangat hidup, dari Rain saya belajar tentang kedisiplinan, dari bu Dini saya belajar tentang totalitas dalam menjalani tanggung jawab, dari bu Kastini saya belajar tentang kerapihan dalam berpenampilan, dari mbak Dhina saya belajar tentang kegigihan seorang ibu, dari Mas Andi saya belajar tentang keharmonisan keluarga, dari Brili saya belajar tentang semangat hidup, dari mas Dinar saya belajar tentang kesederhanaan dan kesabaran, dari pak Jumadi saya belajar bagaimana menjadi ayah yang baik bagi anak dan istri, dari mas Boni saya belajar tentang kerendah hatian dalam menjalani hidup, dari mas Surya saya belajar bagaimana bertutur kata yang baik, dan dari sang Maestro Kehidupan Kek Jamil Azzaini saya belajar banyak tentang kehidupan dan juga bagaimana menjadi seorang trainer yang baik, pesan yang selalu saya ingat adalah beliau pernah berkata “mas kalo mau jadi trainer hebat itu jangan pake topeng” maksudnya kelakuan kita harus sama saat di panggung maupun di luar panggung.

Pesan dari Kek Jamil itu yang sampai saat ini saya pegang sampai dengan hari ini, 3 hari berlalu dengan penuh pembelajaran dan juga canda tawa dari para teman-teman fasil dan juga kek Jamil membuat hari-hari kami semakin indah dan berharap waktu ini takkan pernah berakhir, namun setiap perjumpaan selalu ada perpisahan maka di hari terakhir perasaan saya semakin campur aduk karena harus berpisah dengan peserta yg luar biasa dan teman-teman fasil yang hebat, di hari terakhir pun kami saling berpelukan dan meneteskan air mata sambil memberikan doa dan dukungan bagi karir dan masa depan kami dimasa yang akan datang, tak lupa saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk kek Jamil yang sudah mengumpulkan kami ke dalam lingkungan yang positif, dan untuk teman-teman fasil yang luar biasa hanya satu kata yang bisa saya ucapkan “Kalian luar biasa” sampai jumpa pada kesempatan yang lainnya.