Select Page

Sebagai orang tua yang normal tentunya kita akan menjawab tidak ternilai dengan uang apabila kita diberikan pertanyaan, Berapa harga anakmu? ya saya pun pasti akan menjawab demikian jika mendapatkan pertanyaan seperti itu.

Namun pada kenyataannya terkadang jawaban kita atas pertanyaan tersebut sangat berbeda dalam kehidupan yang nyata, kenapa demikian?  ya terkadang dalam kehidkupan kita sehari-hari justru harga anak kita jauh lebih murah dari guci yang dia pecahkan ketika dia sedang bermain, betapa sering kita sebagai orang tua memarahi sehingga dapat melukai hati dan perasaan anak kita.

Terkadang harga anak kita harganya jauh lebih murah dari piring yang pecah ketika anak kita memecahkannya saat dia sedang membantu kita mencuci piring, kita sering memarahi dengan nada yang tinggi dan mata melotot yang tanpa kita sadari sudah membuat mentalnya menjadi kacau akibat kita.

Terkadang harga anak kita jauh lebih murah dari facebook, twitter ataupu media sosial lainnya, kita sebagai orang tua lebih sering mementingkan media sosial ketimbang mendengarkan cerita anak kita selama dia berada di sekolah, tanpa kita sadari kita sebagai orang tua sudah mengabaikan betapa penting dan berharganya anak kita dibandingkan barang-barang ataupun media sosial yang terkadang lebih kita utamakan dari anak kita.

Sebagai orang tua mungkin kita tidak sadar bahwa barang-barang dan media sosial itu tidak akan berharga ketika kita kelak kembali kepada Sang Pencipta barang-barang dan media sosila tersebut takkan membantu kita ketika kita berjumpa oleh Tuhan kita, justru anak kita yang terkadang sering kita nomor duakanlah yang akan membantu kita ketika kita sudah berjumpa dengan Tuhan kita.

Doa anak – anak kitalah yang akan meringankan kita kelak di alam sana, maka jaga dan peliharalah anak kita sebaik-baiknya karena anak kita adalah investasi kita sebagai orang tua, jangan rendahkan harganya untuk hal-hal yang tidak terlalu penting bagi kita.

Twitter @davied_vier