Select Page

Banyak orang berkata bahwa untuk menjadi orang yang sukses itu nggak cukup hanya modal kepandaian secara akademik, tetapi juga perlu kecerdasan emosi dalam hal ini kecerdasan tentang bagaimana kita bisa memahami perasaan orang lain (berbicara santun dan tidak menyakiti perasaan orang lain dengan kata – kata ataupun tingkah laku kita) dan bisa menerima saran dari orang lain. Kecerdasan emosi ini mungkin tidak kita dapatkan ketika kita berada di bangku sekolah ataupun di bangku kuliah kalaupun ada mungkin kita sedikit menerima pelajaran tentang hal itu.

Namun jangan berkecil hati sebab kecerdasan Emosi ini bisa kita dapatkan melalui luasnya pergaulan kita dan dengan siapa kita bergaul, maka ketika kita bergaul kita juga harus pandai – pandai memilih teman atau lingkungan karena tanpa kita sadari teman ataupun lingkungan bisa membentuk karakter kita, akan sangat berbahaya sekali kalau karakter kita adalah orang yang keras hati, yang sulit mengerti perasaan orang lain dan selalu menganggap hal yang kita lakukan adalah benar, kemudian sulit menerima masukkan atau saran dari orang lain.

Saya dulu pernah memiliki pengalaman salah bergaul, karena teman-teman dan lingkungan saya adalah orang – orang yang merasa apapun yang mereka lakukan adalah yang paling baik dan benar. Sehingga jika ada yang menegur atau menasehati jawaban yang selalu keluar dari mulut teman – teman saya adalah “lo kayak yang paling bener aja, pake nasehatin gua” hal itu ternyata terbawa dalam diri saya sehingga ketika saya mendapatkan nasehat dari orang lain jawaban yang keluar pun sama seperti jawaban teman – teman saya.

Lama kelamaan saya pun menyadari bahwa hal itu salah dan akan menghambat masa depan saya, akhirnya saya memutuskan keluar dari lingkungan itu dan mencari lingkungan yang baru dan yang lebih baik tentunya. Dan saya pun mendapatkan lingkungan yang positif, dan sangat luar biasanya itu ketika saya berkumpul dengan lingkungan yang positif, saya pun ikut terbawa memiliki kebiasaan – kebiasaan yang positif, saya menjadi pribadi yang mau menerima saran atau masukan dari orang lain meskipun terasa sakit dan nggak enak didengar telinga, saya pun menjadi lebih peduli dengan perasaan orang lain, dan karena pergaulan yang positif itupun saya menjadi lebih peka terhadap situasi dan kondisi yang sedang di hadapi oleh orang lain.

Dan alhamdulillah berkat keberanian untuk meninggalkan lingkungan yang kurang baik itu, banyak impian saya yang satu per satu sudah mulai terwujud, maka jika ingin impian – impian kita bisa terwujud milikilah kecerdasan emosi sebagai penunjang kecerdasan akademik kita, jadilah pribadi yang peka terhadap perasaan orang lain dan berlapang dada untuk menerima saran ataupun kritikan….

Salam Penuh Keyakinan

@davied_vier