Select Page

pada tanggal 06 Juli 2014 saya dan tim Akademi Trainer mendapatkan kesempatan memberikan seminar bertema Ramadhan With Move ON untuk pegawai Pegadaian, dan pada seminar hari ini pesertanya dari berbagai macam jabatan yang berjumlah sekitar 100 orang lebih dan juga ada beberapa direksi yang hadir pada seminar tersebut.

Dan Alhamdulillah setelah selesai menyampaikan materi ada salah satu direktur dari Pegadaian menghampiri kami sambil berkata terima kasih mas materi yang disampaikan luar biasa dan semoga bisa bermanfaat untuk pegawai kami. Kami pun menjawab Alhamdulillah pak semoga apa yang barusan kami sampaikan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Setelah selesai mengisi seminar kami pun pulang dan sebelum pulang ke rumah, saya  menuju ke mall kelapa gading karena ada sedikit keperluan. Dan ketika berada di daerah kelapa gading saya mampir ke rumah makan khas Lombok untuk membeli makanan buat berbuka puasa, kebetulan saya dan istri suka sekali dengan ayam taliwang dan saya pun membeli ayam taliwang 2 ekor, 1 ekor buat saya dan istri, 1 ekornya lagi untuk anak saya setelah membeli saya pun kembali ke rumah.

Dan setibanya di rumah saya pun menyerahkan bungkusan tersebut kepada istri saya agar di hidangkan nanti pada saat berbuka puasa, waktu pun berlalu dan tibalah waktunya berbuka puasa, kami sekeluarga pun duduk di meja makan sambil memandang aneka makanan dan minuman yang siap kami nikmati dimana ada ayam taliwang 2 ekor dan es kelapa yang sangat menggoda, dan ketika saya hendak menikmati makanan untuk berbuka tiba-tiba anak saya Izza mengatakan sesuatu yang membuat saya terdiam, yang dikatakan Izza adalah waaah makanannya banyak sekali ayah yummy… kemudian Izza melanjutkan pembicaraannya dengan mengatakan ayah.. ayah.. kira-kira mbah Kung sama mbah Uti hari ini buka puasanya sama kayak kita nggak?

Pertanyaan yang membuat saya seperti ditampar, seketika itu saya langsung terbayang wajah kedua orang tua saya yang rambutnya sudah tak sehitam dulu dan kulitnya yang tak sehalus dulu lagi yang mungkin pada saat yang sama sedang berada di meja makan namun dengan menu yang berbeda, saya pun tak kuasa menahan air mata sambil memeluk Izza dan berkata terima kasih sayang, kamu sudah ngingetin ayah, ayah mungkin selama ini lupa dengan mbah Kung dan mbah Uti (orang tua saya) disaat sedang menikmati makanan yang enak.

Ya Allah maafkan kami yang sedikit lupa dengan orang tua yang dulu rela menahan lapar untuk kami anak-anaknya, bahkan kedua orang tua kami dulu ketika menghadiri sebuah acara mereka rela membungkus makanan untuk kami anak-anaknya. Sekali lagi maafkan kami ya Rob…

Follow me @davied_vier