Select Page

Pagi ini udara di sekitar rumah saya yang terletak di daerah Jakarta Selatan sedang bersahabat karena matahari sedang malu – malu menampakkan dirinya, dan pada hari ini dengan di temani secangkir kopi saya pun ingin menuliskan sesuatu di blog saya yang ternyata selama bulan Oktober ini saya belum menulis di blog saya he..he..

Dalam beberapa hari yang lalu saya menerima BBM dari beberapa orang yang sedang galau dalam menghadapi hidup dan kegalauannya bermacam – macam ada yang galau karena Jodoh, Rezeki, dan lain -lain akibat kegalaauan itu membuat mereka tidak berfikir rasional ada yang bilang dirinya paling jelek dan nggak berguna karena di khianati pacar dan samapai sekarang sulit dapat pengganti ada yang bilang Allah itu nggak adil karena sampai dengan hari ini rezekinya kecil.

Dari beberapa BBM itu saya pun berfikir ya Allah ternyata masih ada orang yang meragukan kemampuan-Mu, padahal Engkau Maha Kaya, Engkau Maha Baik dan Engkau Maha Menentukan bagi setiap Hamba-Mu. Apa yang tidak mungkin kalau Engkau sudah berkehendak, bukankah sering tanpa kita sadari kita melihat kebesaran Allah melalui orang yang “maaf” cacat berjodoh dengan orang yang normal, bukankah ada orang yang dulunya miskin sering di hina dan di remehkan sekarang menjadi kaya, bukankah itu adalah tanda – tanda kebesaran Allah bagi kita yang meyakini-Nya.

Dari kejadian – kejadian di atas tadi seharusnya membuat kita yakin bahwa Allah akan membantu kita apabila kita yakin dan mau berusaha secara lahir dan bathin, berusaha lahir artinya kita bekerja setiap hari dengan penuh kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tinggi kemudian disertai dengan usaha bathin yaitu dengan berdoa, bersedekah dan lain – lain insya Allah ketika kita melakukan itu Allah akan membukakan jalan bagi kita.

Saya pun teringat kata – kata orang tua saya beliau berkata pada saya bahwa Allah itu Maha kaya jangan takut ngejalanin hidup ini dan yang penting kamu harus bisa bermanfaat untuk orang banyak karena itu salah satu pembuka pintu rezeki, dan rezeki itu karena adanya hukum sebab akibat, dari kata – kata Ayah saya itu, sekarang saya tau kenapa rejeki kita kecil atau rejeki kita besar

karena kita bermanfaat kecil bagi orang lain (Sebab) —–> (Akibatnya) Rezeki kita kecil.

Karena kita bermanfaat besar bagi orang lain (Sebab) —–> (Akibatnya) Rezeki kita besar.

MARI SAMA – SAMA KITA MEMBESARKAN MANFAAT KITA UNTUK ORANG LAIN DAN MENGIKLHASKAN PERHITUNGAN IMBALANNYA KEPADA ALLAH SWT.

Follow My Twitter @davied_vier