Select Page

Entah kata apa yang pantas aku ucapkan untuk membalas semua kebaikan yang telah diberikan oleh seorang wanita yang telah mendidik dan membesarkan aku hingga aku ada sampai dengan hari ini, tak terbayang olehku rasa sakit yang dirasakannya akibat kesulitan hidup dalam mendidik dan membesarkan aku .

Ya.. engkaulah mama ku.. Ma.. maafkan aku jika sampai dengan hari ini belum mampu membalas semua kebaikanmu dan mungkin sampai kapanpun aku sebagai anak tak kan mampu membalas semua pengorbanan yang telah mama lakukan untuk ku..

Ma.. sampai kapan pun anak mu ini nggak akan pernah lupa akan semua pengorbanan yang sudah mama lakukan untuk ku, ma… hari minggu yang lalu ketika aku pergi sama Izza di daerah kuningan Jakarta Selatan, aku melihat Pegadaian yang masih tutup, tiba-tiba air mataku menetes.

Tiba-tiba aku ingat kenangan masa lalu saat aku masih duduk di kelas 3 SD, pagi-pagi mama mengajakku ke pegadaian dan pegadaian itu masih tutup, aku masih ingat tangan mama memegang erat televisi yang di bungkus dengan taplak meja, dan semua itu mama rela lakukan agar aku bisa membayar SPP yang sudah menunggak selama hampir 3 bulan.

Semua itu mama lakukan agar aku tidak dikeluarkan dari sekolah, Ma aku tau itu adalah sebagian kecil dari perjuangan mama dalam mengasuh dan membesarkan aku, karena begitu banyak pengorbanan lainnya yang jika aku tuliskan disini takkan mungkin cukup…

Ma… walaupun langit runtuh, walaupun bumi ini hancur aku akan tetap menyayangimu…. i love you ma…

Dari anakmu…

Davied Vierronieca