Select Page

Akhir – akhir ini banyak orang atau mungkin kita sendiri yang sudah “Merasa” hebat, paling pinter, paling benar, di Zholimi, padahal apa yang mereka atau kita rasakan itu pada kenyataannya belum tentu benar karena mereka atau kita hanya “Merasa”. Dan rasa yang timbul itu sebetulnya hanya ada di pikiran kita sendiri sehingga bisa jadi bersifat subyektif.

Ketika kita sudah “Merasa” hebat dibidang kita hal itu membuat kita “Merasa” tidak perlu berlatih dan menerima nasehat dari orang yang lebih berpengalaman dan pada akhirnya kariernya stagnan karena kita tidak menyadari bahwa diluar sana itu perubahannya begitu dahsyat, dan yang lebih bahaya lagi apabila kita itu “Merasa” paling pinter maka kita akan menganggap belajar itu sudah tidak penting lagi, padahal yang namanya ilmu itu terus berkembang.

Dan hati – hati juga kalau kita sudah “Merasa” diri kita paling benar maka kita akan sulit sekali untuk disalahkan, jika segala sesuatu berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, maka kita akan menganggap orang lain dan keadaanlah yang salah. Dan pada akhirnya sulit menerima kenyataan bahwa sebetulnya diri kita lah yang salah jika seperti ini akan sulit bagi kita untuk melihat kedalam diri kita dan melihat kesalahan kita, padahal jika ingin berhasil dalam bidang apapun kita harus berani melihat kesalahan yang ada pada diri kita.

Kemudian hati – hati jika kita “Merasa” di Zholimi padahal belum tentu orang atau perusahaan kita itu menzholimi kita, bisa jadi itu hanya dari sudut pandang kita yang sempit atau kita sendiri “Merasa” diperlakukan tidak adil sehingga kita mengambil kesimpulan bahwa perusahaan atau orang itu berbuat zholim dengan kita dan yang bahayanya lagi padahal baru “Merasa” terkadang kita sudah langsung menghakimi dan akhirnya mengeluarkan sumpah serapah untuk perusahaan atau orang tersebut dengan alasan doa orang-orang yang di zholimi itu makbul he..he..

Maka hati – hati dengan kata-kata “Merasa” karena hal itu belum tentulah benar, jika ingin obyektif maka biarkanlah orang yang menilai kalau kita itu benar-benar hebat, benar-benar pintar, benar – benar di zholimi, namun kalaupun penilaian orang itu memang benar dengan apa yang kita rasakan maka jangan lantas sombong tetaplah membumi dan menganut ilmu padi semakin berisi semakin menunduk…

IMG_3365
Ini juga bagian dari “Merasa”. Merasa jadi bos padahal belum jadi bos he..he..