Select Page

Bekerja mencari nafkah adalah “Implementasi” yang mulia dari penghambaan kita kepada Allah Swt. Maka seharusnya ibadah-ibadah kita bukan hanya berujung pada lantunan doa-doa di atas sejadah panjang, tetapi harus menjelma menjadi cucuran keringat, energi gerak untuk memberikan sumbangsih karya yang memberi arti di muka bumi.

Ada sebuah cerita ketika Rasulullah, menemui seorang sahabat dan bersalaman, terasa oleh tangan Nabi yang mulia bahwa tangan sahabat itu penuh dengan kapalan dan melepuh. bertanyalah Rasulullah, ”Apakah gerangan yang menyebabkan tanganmu sampai seperti ini?” Sahabat tersebut menjawab, “Ya Rasul, setiap hari saya harus bekerja memecahkan batu demi menafkahi keluarga saya.” Seraya meraih tangan sahabatnya tersebut dan lalu diciumnya, Rasulullah bersabda, “Inilah tangan yang tidak akan disentuh api neraka.”

Subhanallah…. sebuah penghargaan yang luar biasa besar dari seorang Nabi kepada sahabatnya yang memiliki SPIRIT bekerja demi menghidupi keluarganya. seakan Rasulullah ingin menjelaskan kepada kita semua bahwa bekerja adalah sebuah nilai yang amat berharga dalam hidup. bahkan bekerja setara nilainya dengan ibadah-ibadah lainnya, bekerja keras dengan niat yang iklhas menafkahi (bermanfaat) bagi orang lain dapat menjadi penghalang kita dari api neraka, dengan kata lain bekerja adalah ibadah yang luar biasa dahsyat, bekerja adalah konsekuensi logis dari kecintaan kita kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.

Bahkan saking dahsyatnya pahala dari bekerja ini Rasulullah bersabda “Sesungguhnya ada dosa yang tidak bisa dihapus dengan shaum dan shalatnya seseorang hamba, kecuali oleh jerih payahnya seorang hamba mencari nafkah.” (HR. Thabrani)

Maka jika kita sebagai lelaki hendaknya mengoptimalkan diri kita di dalam mencari rezeki dari Allah Swt dengan cara-cara yang baik dan benar selanjutnya kita serahkan segala hasil jerih payah kita kepada Sang Pemberi Rezeki….