Select Page

Sudah tiga hari saya berada di Pulau kundur, Pulau yang sangat tenang dan warganya yang begitu bersahaja membuat saya semakin bersemangat. sudah dua malam saya berkeliling menjalankan sholat teraweh di beberapa mesjid di sekitar pulau ini dan jaraknya lumayan berjauhan, hal itu membuat saya semakin tau budaya melayu disini.

Selama perjalanan menuju mesjid saya melihat kehidupan yang begitu sederhana disini, berbeda sekali dengan kehidupan di kota – kota besar, disini banyak senyum yang tulus dari wajah mereka dan anak – anak yang penuh tawa.

Keunikan lain disini pakaian sholat (koko) bagi laki – laki di dominasi warna – warna yang mencolok sehingga ketika di mesjid terlihat terang, dan selepas sholat teraweh jama’ah nya tidak langsung kembali kerumah tetapi melanjutkan tadarus yang pertama mengaji para wanita nya dan kaum prianya menikmati kopi dan makanan ringan di beranda mesjid selepas itu baru bergantian kaum pria nya yg mengaji dan kaum wanitanya kembali ke rumah.

Dan ketika baru hari pertama saya disini saya sempat kaget dengan tanda berbuka puasa disini, disini tandanya menggunakan sirine yang sangat keras suaranya seperti tanda jam istirahat atau jam pulang kerja karyawan – karyawan pabrik, setelah sirine di bunyikan kami berbuka lima menit setelah sirine berbunyi baru kita bisa mendengarkan adzan Magrib berkumandang.

Indahnya kehidupan disini.. begitu kaya akan budaya bangsa ku ini… semoga bangsa kita bisa menjadi bangsa yang besar… Aamiin………