Select Page

Kira – kira 2 atau 3 minggu yg lalu ketika saya bersama sahabat – sahabat saya memberikan training khusus untuk warga binaan di lapas narkotika cipinang Jakarta ada sesuatu yang membuat saya bahagia dan ada yang membuat saya sedih,  saya adalah yang membuat saya bahagia karena ini adalah pengalaman pertama saya memberikan training untuk warga binaan.

Sejak SD sampe dengan kuliah saya sering melewati lapas cipinang karena daerah rumah saya jaraknya tidak jauh dari lapas cipinang tapi selama ini saya belum pernah tau seperti apa kehidupan didalamnya dan itu yang membuat saya penasaran dan akhirnya saya memperoleh kesempatan untuk bisa berbagi dengan warga binaan sekaligus saya bisa tau seperti apa bentuk dan kehidupan di dalam lapas.

Ketika pertama kali masuk saya harus melewati beberapa pintu pemeriksaan dan alat komunikasi saya pun tidak boleh dibawa masuk kedalam dan disana disediakan loker untuk menyimpan alat – alat komunikasi, setelah melewati beberapa pintu akhirnya saya sampai diruang serbaguna yang biasa digunakan untuk training, ketika pertama kali masuk ruang training tersebut jujur perasaan saya masih bercampur aduk dan ketika para peserta training yang sebagian besar adalah warga binaan masuk kedalam saya pun melihat wajah-wajah mereka yang tersenyum sambil tertunduk malu ketika melihat wajah saya, terlihat mereka  agak kurang percaya diri.

Pada hari itu kami sudah berbagi tugas dan tugas saya saat itu membuka acara dan membuat peserta merasa bahagia terlebih dahulu agar materi yang disampaikan bisa mereka terima dengan baik, ketika saya tampil pertama kali tiba-tiba ada salah satu peserta dengan sorot matanya yang tajam memperhatikan saya dari ujung kaki sampai ujung rambut saya pun merasa bingung dan berfikir ada yang aneh tetapi hal itu tidak  mempengaruhi perform saya dan saya biarkan hal itu terjadi yang penting dia tidak mengganggu saya he..he..

Dan singkat cerita sesi saya pun berakhir karena harus bergantian dengan trainer yang lain, tiba-tiba laki-laki yang dari tadi sibuk memperhatikan saya itu menghampiri saya dan dia menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan saya, dan dia berkata lo masih inget nggak sama gua saya pun menjawab bentar-bentar gua kayaknya inget nih lo temen kakak gua yang dulu satu kampus sama gua kan ? dan dia jawab iya bener dia pun langsung memeluk saya dan berkata sorry ya kita ketemuannya di tempat seperti ini dia pun menceritakan kenapa dia bisa masuk di lembaga pemasyarakatan saya hanya mendengarkan saja dia bilang padahal dulu gua sering nasehatin lo waktu di kampus sekarang malah gua yang seperti ini dan lo malah bisa berhasil.

Saya pun berkata ya itulah kehidupan semua orang bisa berubah tapi gua yakin kok lo tetep orang baik seperti yang gua kenal dulu mungkin saat ini lo ada disini karena saat itu lo ada di waktu dan tempat yang kurang tepat. gua juga dulu bandel kan lo tau sendiri he..he.. tapi alhamdulillah gua cepet ambil keputusan untuk memperbaiki diri dan berusaha mewujudkan impian-impian gua dan gua harap setelah lo keluar nanti lo bisa seperti dulu karena gua yakin semua orang bisa berubah yang dulunya baik bisa berubah jadi kurang baik dan yang dulunya kurang baik sekarang jadi baik.

Kemudian dia pun berpamitan untuk kembali kedalam ruang training dan saya pun kembali keruang trainer dan tanpa sadar air mata ini bercucuran membayangkan betapa tersiksanya temen saya itu harus berpisah dengan istri dan juga anak-anaknya, dengan kejadian itu saya pun semakin bersyukur pada Allah karena Ia memberikan kesempatan pada saya untuk berubah dan memberikan kemudahan pada saya untuk menjalani kehidupan ini dengan baik. Aamiin….