Select Page

Semua perusahaan mencari orang yang berbakat. Mulai berbakat menjual, berbakat mendesain produk-produk lain, berbakat mencari ide – ide segar, dan lain sebagainya. Bakat itu dipicu oleh talenta.

Namun, talenta tak bisa berbuat banyak jika tak dilatih. Seseorang yang bertalenta “rendah” akan jauh lebih hebat jika melatihnya terus menerus dibanding orang lain bertalenta tinggi tapi merasa percaya diri secara berlebihan. ketika Anda memiliki talenta yang tinggi maka tetaplah belajar dan jangan merasa diri Anda sudah hebat sehingga Anda malas untuk melatihnya .

Saya pun merasa memiliki talenta yang rendah di dalam dunia training ketika itu, dibandingkan teman – teman saya sesama trainer tetapi saya melatih talenta saya yang rendah itu secara konsisten dan mau belajar dari manapun dan dari siapapun, sehingga saya bisa berhasil memberikan training hampir di seluruh Indonesia dan sampai sekarang pun saya masih mengasah kemampuan saya.

Begitu juga ketika saya duduk dibangku kuliah saya melihat teman – teman saya yang memiliki talenta yang banyak, seperti bisa bermain musik dan pintar sekaligus, mungkin akan menciutkan hati. Kalau sudah begini, mereka menjadi “kambing hitam” sejati karena menurut saya, mereka sukses dalam studi karena punya talenta “seluas seribu hektar”.

Tetapi pada kenyataannya, semua orang diberi anugerah yang sama bahkan bagi orang yang dianggap bertalenta “setengah terisi”. selama talenta itu diolah dengan disiplin tingkat tinggi, talenta yang setengah itu malah menjadi keahlian yang lebih hebat dibanding orang lain yang terlahir dengan talenta lebih banyak.